Sabtu, 24 Mei 2014

PONDOK MODERN DARUUSSALAM GONTOR

Add caption

Sejarah

Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor didirikan pada tgl 20 September 1926/ 12 Rabi’ul Awwal 1345
oleh tiga bersaudara:
K.H. Ahmad Sahal (1901 – 1977)
K.H. Zainudin Fananie (1908 – 1967)
K.H. Imam Zarkasyi (1910 – 1985)
5 Syawwal 1355/19 Desember 1936
Kulliyatu-l Mu’allimin al-Islamiyah (KMI), didirikan oleh K.H. Imam Zarkasyi.
Sebuah sekolah tingkat menengah, masa belajar 6 th, untuk mencetak guru-guru Islam, dengan sistem pesantren, mengajar-kan ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum secara seimbang.
Pelajaran agama dan bahasa (Arab dan Inggris) disampaikan dengan bahasa pelajaran (tidak diterjemahkan).
1948
Terjadi Pemberontakan PKI di Madiun, Para Kyai di wilayah Madiun dan sekitarnya ditangkap dan ditawan oleh gerombolan PKI, termasuk Kyai Gontor. Sebagian besar mereka dibantai, namun para Kyai Gontor selamat berkat bala bantuan dari Pasukan Siliwangi.
28 Rabi’u Awal 1378/ 12 Oktober 1958
Para pendiri Pondok mewakafkan PMDG kepada Umat Islam. Sebuah pengorbanan kepemilikan pribadi demi kemaslahatan umat.
Pihak penerima amanat diwakili oleh 15 anggota IKPM yang kemudian menjadi Badan Wakaf PMDG.
29 Jumada Tsaniyah 1383/ 17 Nopember 1963
Perguruan Tinggi Darussalam berdiri. Sejak 1996 diubah namanya menjadi Institut Studi Islam Darussalam (ISID).
ISID mempunyai 3 fakultas:
Tarbiyah; jurusan Pendidikan Agama Islam dan Pengajaran Bahasa Arab.
Ushuluddin; jurusan Perbandingan Agama, Filsafat Pemikiran Islam.
Syari’ah; jurusan Perbandingan Madzhab dan Hukum; dan jurusan Manajemen & Lembaga Keuangan Islam.
7 Dzulhijjah 1386/ 19 Maret 1967
Terjadi pemberontakan terhadap Kyai/Pimpinan Pondok, didalangi oleh sebagian santri senior, bertujuan mengambil alih kepemimpinan di Pondok.
Kyai/Pimpinan Pondok memulangkan seluruh santrinya. Pondok untuk sementara waktu diliburkan.
Hanya sebagian santri yang dipanggil oleh Pimpinan Pondok yang boleh kembali belajar/nyantri di PMDG.
Pasca peristiwa, semakin banyak santri yang datang dan Pondok bertambah maju pesat.
Generasi Kedua
30 Rajab 1405/ 21 April 1985, K.H. Imam Zarkasyi, pendiri Pondok terakhir, wafat.
Sidang Badan Wakaf menetapkan tiga pimpinan baru:
K.H. Shoiman Luqmanul Hakim
K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.
K.H. Hasan Abdullah Sahal
Th 1999, K.H. Shoiman Luqmanul Hakim wafat, digantikan oleh Drs. K.H. Imam Badri (wafat 8 Juni 2006)
Thn 2006, Drs. KH Imam Badri

Visi

Sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah talab al-’ilmi; dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan umum, dengan tetap berjiwa pesantren.

Misi

1. Membentuk generasi yang unggul menuju terbentuknya khaira ummah.
2. Mendidik dan mengembangkan generasi mukmin-muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengeta-huan luas, dan berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat.
Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek.
Mewujudkan warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Tujuan

  1. Terwujudnya generasi yang unggul menuju terbentuknya khaira ummah.
  2. Terbentuknya generasi mukmin-muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat.
  3. Lahirnya ulama intelek yang memiliki keseimbangan dzikir dan pikir.
  4. Terwujudnya warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

Motto

  • Berbudi tinggi
  • Berbadan sehat
  • Berpengetahuan luas
  • Berpikiran bebas

Panca Jiwa

  • Keikhlasan
  • Kesederhanaan
  • Berdikari
  • Ukhuwah Islamiyah
  • Jiwa Bebas

Panca Jangka

  • Pendidikan dan Pengajaran
  • Kaderisasi
  • Pergedungan
  • Pengadaan Sumber Dana
  • Kesejahteraan Keluarga Pondok

Orientasi Pendidikan & Pengajaran

  • Keislaman
  • Keilmuan
  • Kemasyarakatan

Strategi Pendidikan

  • Kehidupan Pondok dengan segala TOTALITASNYA menjadi media pembelajaran dan pendidikan.
  • Pendidikan berbasis komunitas: segala yang didengar, dilihat, dirasakan, dikerjakan, dan dialami oleh para santri dan warga Pondok dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan.

Profil Alumni

  • Mukmin, muslim, muhsin.
  • Komit pada perjuangan.
  • Perekat ummat.
  • Berjiwa guru.
  • Warga negara yang baik.

Kurikulum KMI

  • Kurikulum KMI terdiri dari Ilmu Pengetahuan Umum 100%, Ilmu Pengetahuan Agama 100%.
  • Hal ini menunjukkan bahwa antara ilmu agama dan umum tidak dapat dipisahkan, semuanya ilmu Islam. Semua bersumber dari Allah dengan segala ciptaan-Nya atau segala sesuatu yang lahir dari ciptaan-Nya.
  • Secara mendasar, tujuan pengajaran kedua macam ilmu tersebut adalah untuk membekali siswa dengan dasar-dasar ilmu menuju kesempurnaan menjadi ‘abid dan khalifah.
  • Kurikulum KMI tidak terbatas pada pelajaran di kelas saja, melainkan keseluruhan kegiatan di dalam dan di luar kelas merupakan proses pendidik-an yang tak terpisahkan.

Isi Kurikulum

  • Bahasa Arab
  • ‘Ulum Islamiyah; utk kls II ke atas menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa pengantar.
  • Keguruan
  • Bahasa Inggris
  • Ilmu Pasti; Matematika dan IPA
  • Ilmu Pengetahuan Sosial
  • Keindonesiaan/Kewarganegaraan

Guru KMI

  • Berasal dari tamatan KMI Gontor, atau lulusan KMI yang telah tamat belajar di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri; dan wajib bertempat tinggal di asrama.
  • Tugas:
  • Sebagai guru/pendidik;
  • Sebagai mahasiswa ISID;
  • Sebagai pembantu Pondok: tata usaha, pengurus unit usaha, pembimbing kegiatan santri, dll.

Peningkatan Kompetensi Guru

  • Penataran dan Pelatihan
  • Ta’hil ( Pengayaan Guru Materi Pelajaran) – Program Mingguan.
  • Tugas Belajar
  • Pemeriksaan Satuan Pelajaran
  • Supervisi Pengajaran
  • Pemeriksaan Pencapaian Target KBM dg memeriksa catatan siswa.

Kegiatan KMI

  1. Kegiatan Harian: KBM di kelas dan Lab. IPA.
  2. Kegiatan Mingguan: Pertemuan Guru (setiap Kamis siang), Pertemuan Ketua Kelas (setiap Jum’at malam), Rapat Pengurus KMI (setiap Rabu malam).
  3. Kegiatan Tengah Tahunan: Ujian Tengah Semester I & II dan Ujian Akhir Semester I & II.
  4. Kegiatan Tahunan: Kajian kitab klasik dan kontemporer, latihan membuka kamus arab, praktek mengajar, economic study tour, penulisan karya ilmiah, manasik haji.
  5. Bentuk Evaluasi/Ujian: Tengah Semester, Semester, dan Akhir (EBTA).
  6. Semester & EBTA: Lisan; Tulis; dan Praktek.

Kalender Kegiatan

  1. Pendaftaran Calon Siswa & Daftar Ulang: 2 – 10 Syawwal.
  2. Pembukaan Tahun Pelajaran: 11 Syawwal.
  3. Ujian Masuk KMI: 11 Syawwal
  4. Ujian Semester I: 13 Safar – 8 R. Awwal.
  5. Liburan Semester I: 10 – 19 R. Awwal.
  6. Ujian Akhir (EBTA) Kelas VI: 1 J. Tsaniyah – 21 Rajab; Praktek Mengajar, Ujian Lisan, Ujian Tulis.
  7. Ujian Semester II: 25 Rajab – 18 Sya’ban.
  8. Liburan Semester II: 20 Sya’ban – 10 Syawwal.

Pengakuan

  1. Menteri Pendidikan dan Pengajaran Republik Arab Mesir, tahun 1957
  2. Kementerian Pengajaran Kerajaan Arab Saudi, tahun 1967
  3. University of the Punjab, Lahore, Pakistan, tahun 1991
  4. Dirjen Binbaga Islam Depag RI th. 1998
  5. Menteri Pendidikan Nasional RI th. 2000

Syarat Masuk KMI

  1. Tamat SD/MI atau SLTP (utk program Intensif).
  2. Lulus Tes Lisan: Al-Qur’an dan Ibadah.
  3. Lulus Tes Tulis: Hitung Angka, Hitung Soal, Bahasa Indonesia, dan Imla’ (dikte arab).
  4. Sehat jasmani & rohani (pemeriksaan di BKSM Pondok Modern Gontor).
  5. Memenuhi persyaratan administrasi.
  6. Siap bertempat tinggal di asrama.

Kegiatan Ekstrakurikuler

  1. Pramuka
  2. Olahraga
  3. Kesenian
  4. Latihan Pidato dlm bhs Indonesia, Arab, dan Inggris
  5. Khutbah Jum’at
  6. Tau’iyah Diniyah
  7. Diskusi
  8. Kursus Komputer
  9. Praktek di Laboratorium Bahasa
  10. Kursus Jurnalistik
  11. Majalah Dinding dlm bhs Arab dan Inggris
  12. Baca buku di Perpustakaan
  13. Keterampilan
  14. Praktek Manajemen Organisasi dan Koperasi
  15. Bersih Lingkungan, dll.

Gagasan dan Cita-Cita

Apakah gagasan dan cita-cita para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo sehingga mempunyai tekad yang begitu besar? Cita-citanya terutama adalah rasa tanggung jawab memajukan ummat Islam dalan mencari ridha Allah. Tempat yang dipilih untuk mewujudkan cita-cita itu adalah Pondok Pesantren, yaitu lembaga pendidikan Islam yang pernah berjaya pada masa nenek moyang mereka tatapi pada saat itu telah mati.
Pendidikan pondok pesantren adalah model pendidikan Islam yang banyak dipakai dan berlaku di beberapa negara Islam. Namun, di negara-negara itu pendidikan Islam telah banyak mengalami kemajuan dan perkembangan, sedangkan lembaga pendidikan pesantren di Indonesia karena situasi penjajahan dan lain-lain belum mampu berkembang pesat sebagaimana lembaga-lembaga pendidikan di negara-negara Islam lainnya. Karena itu pengembangan pondok pesantren di Indonesia perlu mengambil kaca perbandingan dari lembaga-lembaga Islam di luar negeri yang serupa dengan sistem pendidikan pesantren.

Gontor sebagai Sintesa Al-Azhar, Syanggit, Aligarh dan Santiniketan

Para Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, pada awal pembangunan Pondok Gontor Baru telah mengkaji berbagai lembaga pendidikan terkenal dan maju di luar negeri, khususnya yang sesuai dengan sistem pondok pesantren. Di Mesir terdapat Universitas al-Azhar yang terkenal dengan keabadiannya. Al-azhar bermula dari sebuah masjid yang didirikan oleh Penguasa Mesir dari Daulah Fatimiyyah. Universitas ini telah hidup ratusan tahun dan telah memiliki harta wakaf yang mampu memberi beasiswa kepada siswa dari seluruh dunia. Di Mauritania terdapat Pondok Syanggit. Lembaga pendidikan ini harum namanya berkat kedermawanan dan keikhlasan para pengasuhnya. Syanggit adalah lembaga pendidikan yang dikelola dengan jiwa keikhlasan; para pengasuh mendidik murid-murid siang-malam serta menanggung seluruh kebutuhan santri. Di India terdapat Universitas Muslim Aligarh, sebuah lembaga pendidikan modern yang membekali mahasiswanya dengan ilmu pengetahuan umum dan agama serta memjadi pelopor revival of Islam. Di India juga terdapat perguruan Santiniketan, didirikan oleh Rabindranath Tagore, seorang filosuf Hindu. Perguruan yang dikenal dengan kedamaiannya ini berlokasi di kawasan hutan, serba sederhana dan telah mampu mengajar dunia.
Keempat lembaga pendidikan tersebut menjadi idaman para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, karena itu mereka hendak mendirikan lembaga pendidikan yang merupakan sintesa dari empat lembaga di atas.

Bermula dari Kongres Umat Islam

Selain itu, gagasan untuk membangun Gontor Baru dan gambaran tentang bentuk pendidikan dan lulusannya diilhami oleh peristiwa dalam Konggres Ummat Islam Indonesia di Surabaya pada pertengahan tahun 1926. Kongres itu dihadiri oleh tokoh-tokoh ummat Islam Indonesia, misalnya H.O.S.Cokroaminoto, Kyai Mas Mansur, H. Agus Salim, AM. Sangaji, Usman Amin, dan lain-lain.
Dalam kongres tersebut diputuskan bahwa ummat Islam Indonesia akan mengutus wakilnya ke Muktamar Islam se-Dunia yang akan diselenggarakan di Makkah. Tetapi timbul masalah tentang siapa yang akan menjadi utusan. Padahal utusan yang akan dikirim ke Muktamar tersebut harus mahir sekurang-kurangnnya dalam bahasa Arab dan Inggris. Dari peserta kongres tersebut tak seorang pun yang menguasai dua bahasa tersebut dengan baik. Akhirnya dipilih dua orang utusan, yaitu H.O.S. Cokroaminoto yang mahir berbahasa Inggris dan K.H. Mas Mansur yang menguasai bahasa Arab. Peristiwa ini mengilhami Pak Sahal yang hadir sebagai peserta konggres tersebut akan perlunya mencetak tokoh-tokoh yang memiliki kriteria di atas .
Kesan-kesan Kyai Ahmad Sahal dari kongres itu menjadi topik pembicaraan dan merupakan masukan pemikiran yang sangat berharga bagi bentuk dan ciri lembaga yang akan dibina di kemudian hari .
Selain itu, situasi masyarakat dan lembaga pendidikan di tanah air saat itu juga mengilhami timbulnya ide-ide mereka. Banyak sekolah yang dibina oleh zending-zending Kristen yang berasal dari Barat mengalami kemajuan yang sangat pesat; guru-guru yang pandai dan cakap dalam penguasaan materi dan metodologi pengajaran serta penguasaan ilmu jiwa dan ilmu kemasyarakatan. Sementara itu, lembaga pendidikan Islam belum mampu menyamai kemajuan mereka. Diantara sebab ketidakmampuan itu adalah kurangnya pendidikan Islam yang dapat mencetak guru-guru Muslim yang cakap, berilmu luas dan ikhlas dalam bekerja serta memiliki tanggung jawab untuk memajukan masyarakat
Dari sisi lain, lembaga-lembaga pendidikan yang ada pada saat itu sangat timpang, satu lembaga pendidikan memberikan pelajaran umum saja dan mengabaikan pelajaran-pelajaran agama, lembaga-lembaga pendidikan lain hanya mengajarkan ilmu agama dan mengesampingkan pelajaran umum. Padahal keduanya adalah ilmu Islam dan sangat diperlukan oleh ummat Islam. Maka pondok pesantren yang akan dikembangkan itu harus memperhatikan hal ini .
Situasi sosial dan politik bangsa Indonesia berpengaruh pula pada pendidikan; banyak lembaga pendidikan yang didirikan oleh partai-partai dan golongan-golongan politik. Dalam lembaga pemdidikan itu ditanamkan pelajaran tentang partai atau golongan. Sehingga timbul fanatisme golongan. Sedangkan para pemimpinnya terpecah karena masuknya benih-benih perpecahan yang disebarkan oleh penjajah. Maka lembaga pendidikan itu harus dibebaskan dari kepentingan golongan atau partai politik tertentu, dan “berdiri di atas dan untuk semua golongan”.
Tidak dapat disangkal bahwa ummat Islam Indonesia, juga ummat Islam di seluruh dunia, terbagi ke dalam berbagai suku, bangsa, negara, dan bahasa; mereka juga terbagi ke dalam aliran-aliran paham agama; mereka juga terbagi-bagi ke dalam kelompok-kelompok organisasi dan gerakan baik dalam bidang politik, sosial, dakwah, ekonomi, maupun yang lain. Kenyataan ini menunjukkan adanya faktor pengkategori yang beragam. Tetapi, harus tetap disadari bahwa kategori-kategori tersebut tidak bersifat mutlak. Karena itu, semua dasar klasifikasi tersebut tidak boleh dijadikan dasar pengkotak-kotakan ummat yang menjurus kepada timbulnya pertentangan dan perpecahan di antara mereka. Maka lembaga pendidikan harus berusaha menanamkan kesadaran mengenai hal ini, serta mengajarkan bahwa faktor pengkategori yang sebenarnya adalah Islam itu sendiri; ummat Islam seluruhnya adalah bersaudara dalam satu ukhuwwah diniyyah.
Bangsa ini terus berkembang dan semua itu menjadi perhatian, pengamatan, dan pemikiran para pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Secara bertahap sistem pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor berjalan dengan berbagai percobaan pengembangan dari waktu ke waktu. Ketiga pendiri yang memiliki latarbelakang pendidikan yang berbeda itu saling mengisi dan melengkapi, sehingga Balai Pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi seperti sekarang ini.
Namun semua yang ada saat ini belum mencerminkan seluruh gagasan dan cita-cita para pendiri Gontor. Karena itu adalah tugas generasi penerus untuk memelihara, mengembangkan dan memajukan lembaga pendidikan ini demi tercapainya cita-cita para pendirinya.

MA’HAD ‘ALY AR-RAAYAH (Kesejukan Belajar islam)


Mesjid Ar Raayah
Ma’had ‘Aly Ar-raayah adalah sebuah lembaga pendidikan Islam dalam  bentuk pesantren,  merupakan lembaga yang berdiri atas hasil kerjasama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi  dengan Yayasan Pesantren Arraayah   pada  tanggal 4 dzulqa'dah 1423 H, Institusi ini dikelola  dengan harapan menjadi wadah  pengkaderan  ulama dan da'i yang berkualitas dalam rangka  mengayomi umat Islam dan  masyarakat secara umum.

VISI
Menjadi institusi pengkaderan ulama dan da’i yang berkualitas yang dapat menjadi unsur pencerahan dan pemberdayaan umat.
MISI
Menyebarkan ajaran Islam berdasarkan tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah sesuai dengan pemahaman al-Salaf al-Shaleh (ahlusunnah wal jama’ah) melalui gerakan dakwah yang dipelopori oleh orang-orang berilmu syar’i dan memiliki integritas yang tinggi.
Menyelenggarakan program pendidikan tinggi di bidang pengkajian Islam dengan menjadikan kemampuan berbahasa Arab sebagai dasar utama dalam memperoleh kompetensi keilmuan (paedaggogik) dan kompetensi keahlian (skill) sebagai kader ulama Islam, juru dakwah dan pengajar Bahasa Arab dan ilmu-ilmu Islam.
Membangun jaringan kerjasama dan interkoneksitas yang relevan dalam rangka pengembangan institusi pada segala lini keberadaannya menuju terwujudnya umat yang bertakwa, mandiri dan berperadaban.



TUJUAN KURIKULER


  • Melahirkan kader ulama dan juru dakwah (da’i) yang memiliki bekal ilmu-ilmu keislaman yang cukup hafalan al-Qur’an minimal 12 juz serta kecakapan berbahasa Arab dan memiliki integritas kepribadian yang kuat serta kesiapan untuk terjun berdakwah dan melakukan perbaikan di tengah-tengah masyarakat.
  • Melakukan kajian dan penelitian ilmiah dalam berbagai disiplin ilmu keislaman.
  • Mengadakan kerjasama di bidang ilmiah dan dakwah serta bidang-bidang lainnya dalam rangka pelayanan (khidmah) kepada Islam dan masyarakat luas.



KAMPUS DAN KEUNGGULANNYA

Kampus Ma’had ‘Aly Arraayah yang terletak di  Jalan Perintis Kemerdekaan Kilometer 6, RT 01/RW 05, Kampung Cimenteng, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Kode Pos 43161. Nomor Telepon (+62) 0266-321568. Nomor Faksimili (Facsimile) (+62) 0266-6323 & 0266-6323744. Alamat Situs Web (Website) http://www.arraayah.org, dan alamat Surat Elektronik (E-mail address) info@arraayah.org. Dikelola oleh Yayasan ”Ar Raayah” (Akta terbaru, berdasarkan Akta Notaris Afdal Ghozali Nomor 23, 12 Pebruari 2009, Jakarta)
  • Sebagai lembaga pendidikan pesantren, Ma’had ‘Aly Ar-Raayah menerapkan integrasi sistem dan kurikulum pendidikan formal dengan pola pengkajian Islam ala klasik.
  • Lokasi kampus/pesantren di kawasan pegunungan yang sejuk, asri dan bebas polusi. Letak dan suasana lingkungan pesantren yang sangat kondusif untuk konsentrasi belajar, menghafal dan mendalami ilmu .
  • Fasilitas belajar-mengajar yang lengkap, ditunjang oleh media audio-visual dan perpustakaan dengan koleksi referensi yang  memadai.
  • Fasilitas pesantren yang lain seperti masjid Jami’ yang besar dan megah, asrama dengan sarana yang lengkap, kantin mahasantri, lapangan olahraga, ruang aula serbaguna, poliklinik, dan sebagainya.
  • Bebas biaya pendidikan, buku, asrama, dan makan.
  • Adanya kegiatan ekstrakurikuler yang beragam dan mencakup pembinaan seluruh potensi mahasantri.
  • Para mahasiswa/santri merupakan perwakilan dari berbagai wilayah Indonesia. .
  • Selain sebagai bahasa wajib dalam proses pembelajaran, bahasa Arab juga menjadi bahasa sehari-hari mahasiswa di dalam kampus.
  • Mahasiswa berprestasi berpeluang lanjut studi keTimur Tengah,Arab saudi(Univ. Islam Madina,Univ. Umm Qura Makkah,Univ. qasim,dll)dan Sudan(Univ. Afrika international) dan negara-negara timur tengah lainnya.

KEGIATAN KEMAHASISWAAN

Jadwal Harian Mahasiswa
03.30-04.30 Bangun Pagi,Qiyamullail 
04.30-06.00 Shalat Subuh+Halaqah tahfizh 
06.00-07.20 Mandi + Sarapan pagi
07.20-07.30 Persiapan Kuliah
08.00-12.15 Kuliah Pagi (Kurikuler)
12.15-13.00 Shalat Zhuhur + Latihan Ceramah
13.00-15.00 Makan siang + Istirahat
15.00-16.00 Shalat Ashar + Latihan Ceramah
16.00-17.30 Ekstrakurikuler/Ta’lim
17.30-18.00 Mandi + persiapan shalat magrib
18.00-20.00 Shalat Maghrib+Muraja’ah + shalat Isya.
20.00-20.30 Makan malam
20.45-22.00 Muraja’ah/maktabah
22.00-03.30 Istirahat 
Khusus malam Jum’at:
21.00-22.00 Acara Khusus Keasramaan/ Bagian extra Kurikuler 
Khusus hari Jum’at ( libur ) :
07.00-08.00 Kerja Bakti Kampus
08.00-12.00 Persiapan Sholat jum'at/insidentil
16.00-17.30 Olahraga

Kegiatan Kurikuler
Kuliah tatap muka (pola muhadharah; qira’ah; dan munazharah), tugas terstruktur, tugas mandiri, ujian mid/final semester, Ujian Komprehensif, seminar proposal, seminar hasil, ujian akhir, dan wisuda.
Kegiatan Ekstrakurikuler
  • Pembinaan Ruhiyah: Qiyam al-lail, kajian tazkiyatunnufus, I’tikaf tadabbur alam, dsb. 
  • Pengembangan Wawasan Intelektual: Halaqah ilmiah/durus, daurah ilmiah, seminar/diskusi, studium general, studi banding,dsb. 
  • Peningkatan Ketahanan Fisik: Olahraga pekanan dsb.
  • Pembinaan Keahlian: Praktek ceramah, praktek mengajar, diklat dakwah/imamah, pelatihan keorganisasian, dsb. 
  • Pembinaan Keterampilan Khusus: Administrasi, jurnalistik, seni kaligrafi, SAR, pengobatan syar’iyah, dsb. 

Selasa, 18 Juni 2013

MAN.INSAN CENDEKIA PROFIL

sejarah


E-mailPrintPDF
Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam penguasaan iptek yang didasari semangat iman dan taqwa, maka pada tahun 1996 BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) yang saat itu dipimpin Bapak Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie melalui Program Penyetaraan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Science and Technology Equity Program – STEP) bagi sekolah-sekolah di lingkungan pesantren, telah mendirikan SMU Insan Cendekia di Serpong (Banten) dan Gorontalo. Pada saat itu, sekolah ini dikenal dengan sebutan sekolah magnet (magnet school), dengan filosofi bahwa sekolah ini diharapkan mampu menarik sekolah-sekolah lain di sekitarnya untuk berpacu dalam prestasi, dan lebih giat memacu diri untuk mempersiapkan anak bangsa menatap masa depan. Sejak tahun pelajaran 2000/2001 SMU Insan Cendekia di Serpong dan Gorontalo dilimpahkan pengelolaannya dari BPPT kepada Departemen Agama. Untuk mempertahankan ciri khas penguasaan iptek dan imtak dalam pengelolaan dan pembinaannya, Departemen Agama tetap bekerjasama dengan BPPT. Selanjutnya nama SMU Insan Cendekia ditransformasikan menjadi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia tanpa mengurangi materi maupun sistem pembelajaran yang telah berjalan selama ini.
  • Di usianya yang genap sepuluh tahun (dasa warsa) yaitu pada tahun 2007, MAN Insan Cendekia ditetapkan sebagai MARASAH ALIYAH PROGRAM KHUSUS BERSTANDAR INTERNASIONAL dengan pengelolaan langsung dibawah Dirjen Pedidikan Islam Departemen Agama RI. Ketetapan ini merupakan kepercayaan dan juga amanah yang harus dijadikan cambuk bagi segenap Civitas Akademika untuk lebih keras dalam berjuang, berkarya, dan membangun bangsa.

Identitas Madrasah

E-mailPrintPDF
  • Nama Madrasah : MAN Insan Cendekia Gorontalo
  • Nomor Statistik : 311303422003
  • Provinsi : Gorontalo
  • Otonomi Daerah : Kabupaten Bone Bolango
  • Kecamatan : Tilongkabila
  • Desa : Moutong
  • Jalan/Nomor : Tapa – Suwawa
  • Status Sekolah : Negeri
  • Akreditasi : Peringkat A
  • Surat Keputusan : Nomor 1490 – 16/11/2001
  • Penerbit SK Ditandatangani : Meneg RI
  • Tahun Berdiri : 1996
  • Tahun Penegerian : 2001
  • Website : www.icg.sch.id
  • E-Mail : humas@icg.sch.id

Visi dan Misi Madrasah

E-mailPrintPDF
VISI
“Mewujudkan SDM yang berkualitas tinggi dalam IMTAK, menguasai IPTEKserta mampu mengaktualisasikannya dalam masyarakat “
MISI
  1. Menyiapkan calon pemimpin masa depan yang menguasai IPTEK, mempunyai landasan IMTAK yang kuat.
  2. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesional pendidik & tenaga kependidikan sesuai perkembangan dunia pendidikan.
  3. Menjadikan MAN IC sebagai lembaga pendidikan berstandar internasional yg bertatakelola baik dan mandiri.
  4. Menjadikan MAN IC sebagai model dalam pengembangan pendidikan bagi lembaga pendidikan lainnya.

Sumberdaya Manusia MAN Insan Cendekia Gorontalo

E-mailPrintPDF
MAN Insan Cendekia Gorontalo dikelola dan dibina oleh tangan-tangan profesional. Pimpinan sekolah, guru, dan karyawan merupakan sumber daya manusia pilihan yang memiliki dedikasi tinggi, akhlak mulia dan memiliki kualifaikasi sesuai dengan bidangnya. Kami memiliki tekad dan komitmen yang kuat untuk dapat menjadikan MAN Insan Cendekia Gorontalo, sebagai sekolah yang mampu merubah citra madrasah aliyah, yang selama ini terkesan sekolah marginal, tidak hanya dikalangan masyarakat kota yang enggan meliriknya, dinas-dinas pendidikan pun kurang memperhatikannya, menjadi madrasah yang "unggulan dan terpadu” yang mampu bersaing dalam blantika dunia pendidikan di Nusantara.

Semua komponen sumber daya manusia baik pimpinan madrasah, guru, ataupun karyawan, diupayakan memiliki kualitas yang baik melalui suatu metode penjaringan yang selektif dan ketat; pembinaan yang intensif dan pengawasan yang kontinue. Dengan demikian, MAN Insan Cendekia Gorontalo akan selalu meningkatkan pelayanan terhadap stakeholders. Target pelayanan kami adalah terpenuhinya sepuluh karakteristik pelayanan yang dikemukakan Vincent Gospersz, yakni:
Kepastian waktu pelayanan,
Akurasi pelayanan,
Kesopanan dan keamahan dalam memberikan pelayanan,
Tanggungjawab,
Lengkap,
Mudah,
Bervariasi,
Nyaman dalam memperoleh pelayanan,
Termasuk pelayanan pribadi, dan
Didukung oleh atribut pelayanan yang memadai.



Administrasi

E-mailPrintPDF
Penyelenggaraan madrasah akan berjalan lancar jika didukung oleh administrasi yang efisien dan efektif. Madrasah yang administrasinya tidak efektif dan efisien akan mengalami hambatan dalam penyelenggaraan program madrasah, secara umum administrasi madrasah dapat diartikan sebagai upaya pengaturan dan pendayagunaan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan madrasah secara optimal.
Kegiatan administrasi ketatausahaan di khususnya MAN Insan Cendekia antara lain meliputi :

  • Administrasi Keuangan
  • Administrasi Barang Milik Negara
  • Administrasi Kepegawaian
  • Administrasi Kesiswaan
  • Administrasi Persuratan
  • Administrasi Umum
  • Kegiatan Teknisi
  • Kegiatan Satuan Pengamanan
  • Kegiatan Operasional Kenderaan
  • Kegiatan Operasional Fotocopy
  • Kegiatan Cleaning Service
Uraian Tugas Pengadministrasi Kepegawaian (KMA No. 504 Tahun 2003)
Tujuan pengelolaan data dan informasi kepegawaian adalah untuk terciptanya keseragaman dalam pengumpulan, pengolahan dan penyajian data serta informasi kepegawaian, untuk keperluan perencanaan, pembinaan dan pengembangan serta pelayanan kepegawaian dilingkungan Departemen Agama.

Tugas Pengadministrasi Kepegawaian antara lain :

Mengelola Buku Induk Pegawai.
Mengelola Seluruh File Pegawai.
Mengolah setiap perubahan data kepegawaian yang terjadi atas diri seorang pegawai.
Mengolah laporan data kepegawaian satuan kerja.
Menghimpun, mengolah, dan menyajikan data dan statistik kepegawaian pada satuan kerja.
Isi File Kepegawaian adalah :
  1. Daftar isi File
  2. Fotocopy SK CPNS (80%)
  3. Fotocopy Nota Persetujuan /Pertimbangan BKN
  4. Fotocopy SK PNS (100%)
  5. Fotocopy SK –SK Mutasi (Kenpa,KGB,Mutasi Satuan Kerja,Peninjauan Masa Kerja,Jabatan, Penugasan, dan lain-lain dokumen yang bersifat keputusan)
  6. Fotocopy Karpeg
  7. Fotocopy Karsu/Karis
  8. Fotocopy Akte Nikah (bagi yang berkeluarga)
  9. Fotocopy Akte Anak (bagi yang mempunyai anak)
  10. KP4
  11. DP3
  12. Daftar Riwayat Hidup terakhir
  13. Fotocopy Piagam/sertifikat diklat
  14. Fotocopy SK Hukuman Disiplin (bagi yang pernah dihukum)
  15. Fotocopy Berita Acara pengangkatan sumpah/janji sebagai PNS
Pengadministrasi Persuratan mengatur seluruh komunikasi kedinasan yang berbentuk surat meliputi penggolongan dan jenis surat dinas, bagian surat, cara pembuatan surat,penandatanganan surat,cap dinas, jalur surat, penggunaan kertas, amplop , dan pengiriman surat.
Tata persuratan dinas mengatur surat sebagai sarana komunikasi kedinasan dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program maupun kegiatan madrasah. Informasi surat berawal dari tahap penciptaan, berlanjut dengan tahap penggunaan dan berakhir pada tahap pelestarian.

Dengan demikian secara garis besar tugas pengadministrasi persuratan antara lain :
  1. Mencatat, mengarahkan, dan mengendalikan surat masuk dan surat keluar
  2. Meyimpan arsip surat-surat
  3. Menyampaikan surat kepada yang berkepentingan
  4. Membuat surat dinas
* Uraian Tugas Pengadministrasi Keuangan

Pada intinya pengadministrasi keuangan bertanggung jawab pada seluruh proses keuangan madrasah yang meliputi pencairan,pemanfaatan dan pelaporan. Dengan demikian maka tugas pengadministrasi keuangan antara lain :

  1. Menginventarisasi Pengeluaran Keuangan/Membuat Kartu Kontrol
  2. Melaksanakan pembukaan dan penutupan kas setiap hari kerja
  3. Menerima dan memproses usulan pembayaran dari penanggung jawab kegiatan
  4. Menyusun dokumen dan bukti bukti kegiatan
  5. Mengajukan SPP (Surat Permintaan Pembayaran) dan membuat SPM (Surat Perintah Membayar)
  6. Mengantar SPM ke KPPN dan memproses SP2D dari KPPN
  7. Melakukan pembayaran kepada penanggung jawab kegiatan
  8. Melakukan rekonsiliasi antara Satker dan KPPN
  9. Menyimpan dokumen Usulan Pembayaran, SPP, SPM dan SP2D dan dokumen peraturan keuangan lainnya.
  10. Membuat Pembukuan yaitu :
  • Buku Kas Umum
  • Buku Kas Pembantu (Per Mata Anggaran)
  • Buku Kas Pajak
  • Buku Bank
Administrasi Umum meliputi :
  • Kegiatan Teknisi
  • Kegiatan Satuan Pengamanan
  • Kegiatan Operasional Kenderaan
  • Kegiatan Operasional Fotocopy
  • Kegiatan Cleaning Service
* Uraian Tugas Pengadmnistrasi Barang Milik Negara (KMA No. 520 Tahun 2003)
Barang Milik Negara dilingkungan Departemen Agama adalah seluruh barang yang pengadaannya, sebagian atau seluruhnya berasal dibeli dengan dana yang bersumber untuk seluruhnya atau sebagian dari anggaran belanja Negara, termasuk anggaran di luar anggaran belanja Departemen Agama tetapi barang tersebut berada dibawah pengurusan dan penguasaan Departemen Agama.
  • Adapun tugas pengadministrasi barang milik Negara adalah :
  1. Membuat Buku Inventaris Barang
  2. Membuat Buku Penerimaan Barang
  3. Membuat Buku Distribusi Barang Persediaan
  4. Membuat kode/nomor barang
  5. Membuat Laporan Triwulan/Semester/Tahunan
  6. Melakukan rekonsiliasi dengan Bendahara Pengeluaran
  7. Membuat Perencanaan Pengadaan Barang
  8. Mengusulkan Penghapusan Barang

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes